Sasirangan adalah kain tradisional khas suku Banjar. Kata sasirangan berasal dari kata “sirang” yang berarti dijelujur atau dijahit tangan sebelum proses pewarnaan.
Awalnya, kain ini dikenal dengan nama kain pamintan, karena digunakan untuk pengobatan tradisional atau memenuhi permintaan (pamintaan) tertentu yang bersifat spiritual.
Dalam sejarahnya Kampung Sasirangan mulai berkembang sebagai sentra produksi sejak tahun 1980-an. Pemerintah daerah kemudian menetapkan kawasan ini sebagai kampung wisata untuk:
Melestarikan warisan budaya Banjar
Mendukung ekonomi kreatif masyarakat
Menarik wisatawan lokal maupun luar daerah
Kini, banyak rumah produksi dan toko yang menjual:
Kain sasirangan tradisional
Baju, dress, kemeja, hingga jilbab berbahan sasirangan
Souvenir khas Banjar
Berikut ini adalah dokumentasi perjalanan melintasi Jalan Kampung Sasirangan dan sekedar informasi Kampung Sasirangan sendiri terbagi dua yakni di Jalan Seberang Mesjid dan juga di Jalan Sungai Jingah dan perjalanan saya kali ini yang berada di Jalan Sungai Jingah. Dikampung Sasirangan ini terdapat juga beberapa daya tarik wisatanya yaitu
Melihat langsung proses produksi
Berfoto di gang-gang warna-warni
Menikmati suasana bantaran Sungai Martapura
Kampung Sasirangan menjadi simbol bahwa Banjarmasin bukan hanya kota seribu sungai, tetapi juga kota budaya yang kuat identitasnya. Dibawah ini video dokumentasinya dan jangan lupa follow , like dan comment
0 Komentar