JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Mari kita mengulas sejarah dan riwayat Habib Basirih Banjarmasin , seorang Habib yang menyebarkan ilmu keislaman di tanah Kalimantan , yang sampai dengan sekarang haul beliau masih diperingati setiap tahun nya 

Sejarah dan Riwayat Lengkap Habib Basirih Banjarmasin

Pendahuluan

Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, yang populer dengan sebutan Habib Basirih atau Datuk Keramat Basirih, adalah salah satu ulama besar dan kharismatik di Banjarmasin. Beliau hidup sekitar akhir abad ke‑19 hingga pertengahan abad ke‑20 dan dikenal memiliki ilmu agama mendalam, akhlak mulia, serta berbagai karomah yang masyhur di kalangan masyarakat Banjar.

Asal-Usul dan Silsilah

Keturunan: Generasi ke‑36 dari Nabi Muhammad SAW melalui jalur Sayyidina Husein bin Ali.

Ayah: Habib Abbas bin Abdullah, saudagar religius yang berdagang antara Surabaya dan Banjarmasin.
Kelahiran dan Masa Kecil

Lahir di Banjarmasin sekitar tahun 1860-an.

Tumbuh dalam keluarga yang sangat religius.

Sejak kecil menunjukkan kecerdasan spiritual dan ketekunan dalam menuntut ilmu agama.




Pendidikan dan Perjalanan Ilmu

Menimba ilmu di Makkah, pusat keilmuan Islam pada masa itu.

Berguru kepada ulama besar seperti Syekh Jamaluddin al‑Banjari (Surgi Mufti).

Memperdalam ilmu Tauhid, Fikih, Tasawuf, serta praktik spiritual.
Peran dan Dakwah

Sekembalinya ke Banjarmasin, Habib Basirih mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pengajaran agama.

Menyelenggarakan pengajian untuk membimbing masyarakat dalam akidah, syariat, dan tasawuf.

Dikenal sebagai sosok sederhana, tawadhu’, dan penuh wibawa.

Sering melakukan khalwat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karomah Habib Basirih


Beberapa karomah yang terkenal di kalangan masyarakat Banjar:


Wafat dan Makam

Wafat pada 18 Jumadil Awwal 1368 H (1949 M) di usia lebih dari 90 tahun.

Dimakamkan di tepi Sungai Martapura, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat.

Makam beliau kini dikenal sebagai Kubah Habib Basirih, pusat ziarah religius di Banjarmasin.

Warisan dan Haul

Haul tahunan Habib Basirih selalu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Ajaran beliau tentang ketaatan, kesederhanaan, dan kecintaan pada ilmu tetap menjadi teladan.

Kubah Basirih juga menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kalimantan Selatan.