![]() |
| Jembatan Dewi , Sejarah Pertama Dibangunnya Jembatan Di Banjarmasin |
JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Tahukah kamu Jembatan Dewi yang ada di Banjarmasin adalah bagian dari sejarah panjang Kota Banjarmasin sebagai jembatan pertama di Banjarmasin yang didirikan oleh Hindia Belanda dan tata kota yang kita lihat dan nikmati sekarang adalah bagian dari warisan nya kolonialisme
Modernisasi Kota Banjarmasin dimulai sejak penghapusan Kesultanan Banjar pada tahun 1860. Sejak saat itu, pemerintah kolonial Belanda menjadikan Banjarmasin sebagai pusat administrasi dan ekonomi di Kalimantan Selatan. Kota ini mulai mengalami perubahan besar dalam infrastruktur, tata kota, dan sistem sosial yang dipengaruhi oleh kebijakan kolonial.
Belanda membentuk struktur pemerintahan kolonial yang dikenal sebagai "Karesidenan Selatan dan Timur Borneo" dengan ibu kota di Banjarmasin. Kota ini menjadi pusat kendali militer, ekonomi, dan administrasi di Kalimantan bagian selatan dan timur.
jadi setelah menghapuskan kesultanan Banjar di kota banjarmasin , Belanda mulai membangun infrastruktrur modern di kota Banjarmasin dengan membangun jembatan pertama mereka yang bernama jembatan kun ( Coen ) atau yang lebih kita kenal sebagai jembatan Dewi banjarmasin
Jembatan Dewi atau jembatan kun adalah jembatan pertama yang dibangun di Banjarmasin , sebelumnya di era kesultanan memang mobilitas masyarakat adalah ber orientasi kepada sungai , dari memasak , mencuci , mandi dan juga transportasi , semua nya dilakukan di sungai karena wilayah Banjarmasin yang di kelilingi sungai , namun semenjak dihapuskan nya kesultanan kota ini mulai melakukan modernisasi oleh Belanda dengan dibangun nya jalan darat pertama , jembatan dan juga sekolah sekolah
Dimasa lalu jembatan Coen ini lebih dikenal sebagai jembatan ringkap karena jembatan ini bisa dibuka bagian tengah jembatan yang memunginkan untuk kapal - kapal besar melintas di bawahnya , namun pada masa kependudukan jepang jembatan ini dihancurkan oleh Belanda untuk tidak digunakan Sekutu Jepang , kemudian jembatan ini dibangun kembali oleh Jepang yang diberi nama jembatan Yamato Bashi , namun saat kemerdekaan indonesia jembatan ini lebih dikenal sebagai jembatan Dewi ,karena posisi jembatan yang berdekatan dengan bioskop Dewi kala itu
Belanda juga mulai membangun jalan darat pertama di Banjarmasin yaitu Pos Weg yang mana ruas jalan ini akan menghubungkan Banjarmasin dengan Martapura dan pedalaman. Selain itu di era Kolonialsme Belanda juga mulai membangun Pelabuhan , Jembatan dan Pemukiman elit di Banjarmasin
Selain Jalan perkembangan kota ini juga berkembang dari segi tranportasi dan komunikasi dengan mengatur transportasi sungai agar lebih efesien , membuat jalur pos dan telegraf dan dermaga di berbagai pinggiran sungai Martapura dan menata ulang pasar - pasar yang ada di Banjarmasin
Belanda juga mulai mendirikan sekolah-sekolah untuk anak-anak pribumi dan Eropa:
- Sekolah Rakyat (Sekolah Ongko) untuk pribumi.
- Sekolah Belanda seperti Europeesche Lagere School (ELS).
Lahirnya kalangan intelektual lokal dan munculnya elite terdidik Banjar


0 Komentar