Ilustrasi Google AI - Sejatah Runtuhnya Kesultanan Banjar di Banjarmasin 

JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Saat masa suksesi Kesultanan Banjar dimulai , maka setelah itu lah terjadi pertempuran besar terjadi yang dikenal dengan Perang Banjar. pada pertengahan abad ke 19 setelah wafatnya Sultan Adam ( 1857 ) , lalu munculah konflik tentang siapa yang akan menggantikan beliau naik tahta, Belanda memanfaatkan situasi ini untuk ikut campur tangan, dengan mendukung calon yang pro-Belanda yaitu Tamjidillah II, bukan Hidayatullah yang didukung rakyat

Akibat dukungan Belanda inilah rakyat Banjar memberontak , Belanda memberi dukungan kepada Tamjidillah yang tidak disukai masyarakat Banjar , karena suka mabuk - mabukan dan Pro terhadap Belanda

Dari polemik ini terjadilah Perang Banjar ( 1859-1863), sebuah perang besar yang menandai perlawan Rakyat Banjar terhadap Kolonial Belanda dan Pangeran Antasari menjadi simbol perlawanan rakyat Kalimantan Selatan terhadap kolonialisme

Namun sayang nya perlawanan rakyat Banjar ini membawa kekalahan , banyak masyarakat Banjar yang gugur dalam pertempuran , banyak keturunan Kesultanan yang bercerai berai , diasingkan , hingga wafat dalam pengasingan. Bangunan Kesultanan di hancurkan sebagai simbol keruntuhan dan keturunan sultan tidak dapat memangku jabatan dan otoritas kekuasaan lagi setelah nya

Pada 11 Juni 1860 , Belanda secara resmi menghapus Kesultanan Banjar dan menjadikan wilayahnya sebagai bagian dari Hindia Belanda , wilayah Banjarmasin menjadi pusat administratif dan militer dan dari sinilah tonggak dimulainya penguasaan penuh Belanda di Banjarmasin dan sekitarnya

Setelah menguasai Banjarmasin, Belanda mulai membangun infrastruktur seperti:

- Kantor Residen Belanda
- Pelabuhan Trisakti lama
- Jalan darat pertama (Posweg)
- Sekolah Belanda untuk Bumiputera (School Weg)
- Pasar modern seperti Pasar Lama dan Pasar Antasari

Mereka juga mulai mengeksploitasi kekayaan alam seperti batu bara, karet, dan rotan.