![]() |
| Kondisi Jembatan Tatah Belayung Yang Mengkhawatirkan dan bertuliskan himbauan agar berhati - hati |
JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Tatah Belayung Banjarmasin adalah sebuah kawasan yang ada di Selatan Kota Banjarmasin , kawasan ini identik dengan lahan persawahan yang luas dan perairan di sekitarnya . Tatah sendiri merupakan sebuah istilah yang digunakan oleh orang Banjar dahulu untuk menyebutkan nama parit atau drainase , sedangkan Belayung adalah istilah nama yang digunakan oleh pendiri dari Malaysia yang membuka lahan awal dik awasan ini
![]() |
| Pemandangan Disekitaran Jalan Belayung TMMD |
Di sepanjang jalan Tatah Belayung ini sungai mengalir bebas dan bermuara di kawasan sungai Kelayan , meski masih terdapat aliran nya namun sayang penggunaan sungai di kawasan ini tidak terlalu signifikan seperti jaman dahulu yang digunakan sebagai jalur transportasi namun lebih kepada pembiaran oleh pemerintah nya dan masyarakat sekitar , banyak terdapat bangunan2 liar dan sampah , rumput liar dan pembiaran yang dilakukan tanpa ada perawatan dan perhatian penuh
Dilihat dari jejak sejarah sangat disayangkan kawasan ini tak dapat perhatian dan jalan yang di sepanjang ini juga rusak , berbatu dan tidak ada perhatian penuh oleh pemerintah yang bertanggung jawab
Untuk nilai sejarah penamaan Tatahyang ada di Kawasan Tatah Belayung ini kita akan mengutip dari laman nya Kesultanan Banjar
Apa itu Tatah, Anjir, Handil, Antasan, Saka ?
Ketika pejabat kolonial Belanda menjelajah wilayah Kesultanan Banjar sekitar tahun 1800-an. Mereka dikagumkan dengan tampilan alam Banjar yang memiliki kanal-kanal, mirip dengan kondisi di Belanda. Bukti saluran ini sengaja dibuat adalah bentuknya yang cenderung lurus dan lebarnya seragam, berbeda dengan sungai yang berkelok secara alami.
Rakyat Banjar memiliki sistem dalam membuat kanal demi kepentingan pengairan. Kanal-kanal ini dibuat dengan teknologi tradisional menggunakan pahat/tatah lebar berupa lempengan besi yang disebut sunduk. Karena inilah secara umum rakyat Banjar menyebut kanal yang dipahat dengan istilah Tatah.
Tatah terdiri dari beberapa jenis, yaitu Anjir, Handil, Antasan, dan Saka. Setiap jenis tatah memiliki ukuran, sumber air, dan fungsi masing-masing. Bagi yang masih bingung mengenai istilah tersebut silakan dilihat pengertian berikut. (bisa juga dilihat gambar)
Anjir adalah saluran primer yang menghubungkan 2 sungai utama.
Handil berarti saluran sekunder yang bermuara pada satu sungai.
Antasan juga berarti saluran sekunder tetapi bermuara pada sungai dan anak sungainya. Antasan lebih berfungsi sebagai jalan lalu lintas air, biasanya untuk memotong jarak antara pedalaman ke sungai besar.
Sedangkan Saka adalah saluran tersier yang mengambil air dari handil atau antasan.
Besar ukuran tiap Tatah berbeda dimulai dari Anjir yang paling besar sampai Saka yang paling kecil. Karena istilah yang khas inilah maka diyakini rakyat Banjar sudah memiliki sistem dan teknologi pembuatan kanal secara turun temurun.
Dibawah ini saya membagikan video perjalanan di sepanjang kawasan Tatah Belayung ini dan jangan lupa follow,like dan juga comment
Sehat selalu untuk kita semua


0 Komentar