Potret Ruang Tunggu Sebelum Masuk registrasi di Puskesmas Alalak Barito Kuala 

Barito Kuala, Kalimantan Selatan , 15 Agustus 2026 - Apa yang terlintas dibenak Anda jika mendengar kalimat :  lima belas tahun menikah tanpa KB , tetapi tak kunjung dianugerahi anak kedua " ? Apakah hal itu terdengar seperti garis takdir yang biasa saja , atau justru menyisakan ruang penuh tanda tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi ?  

Inilah realitas yang sedang saya lalui sekaligus menjadi fondasi utama dari tulisan ini. Perkenalkan sebelumnya nama saya Khairunnisa saya seorang wanita biasa yang memiliki seorang putra yang sudah berusia 12 tahun saat ini. Beberapa hari sebuah letupan kecil mendadak terlintas dikepala saat memandang wajah anak saya , " Kenapa saya tidak hamil ?" sambil berkata lirih kepada diri sendiri , pertanyaan itu muncul sembari melihat sosok putra saya yang semakin bertumbuh besar sekarang 

Pertanyaan ini sebenarnya sudah cukup lama mengusik fikiran , mungkin sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Namun , seiring berjalanan nya waktu, keresahan itu sempat timbul tenggelam hingga akhirnya kembali memuncak hari ini dan menjelma menjadi sebuah tanda tanya besar. Rasa penasaran yang kian membumbung tinggi membuat saya mendambakan kepastian agar batin ini tidak terus - menerus menerka - nerka : " Ada apa dengan tubuh saya ? Apakah ada sesuatu yang salah ? " Demi menghentikan spekulasi liar di dalam kepala , saya akhirnya memantapkan hati berkonsultasi langsung kepada mereka yang memiliki otoritas resmi dalam bidang ini, yaitu para tenaga kesehatan 

Hari ini di tanggal 15 agustus 2026 saya melangkah kan kaki keluar rumah dengan niat satu mendapatkan jawaban , dengan motor yang saya kendarai sampai lah saya di Puskesmas Alalak yang berada tak jauh dari kediaman saya , saya datang dan mengambil antrean di nomor 027 kala itu 

Di pukul 09.40 WITA saya menunggu dengan sabar dengan harapan satu yaitu jawaban dari pertanyaan yang selama bertahun - tahun ini terpendam , pukul 10.00 WITA akhirnya nama saya dipanggil dan saya pun akhirnya menghampiri meja registrasi dan mengeluarkan jurus andalan yaitu KTP dan mulai mendaftar dan sembari berfikir kenapa ya petugasnya tidak mempertanyakan kartu BPJS saya , dan ternyata BPJS itu sudah terekam di KTP kita dan saya juga baru tahu hahaha saking  jarang nya saya berobat 

Untuk diketahui saya sangat jarang berobat ke Puskesmas atau rumah sakit mana pun bukan karena saya sehat tidak memang karena Allah menganugerahi saya sehat sampai dengan sekarang Alhamdulillah dan karena kesehatan inilah yang membuat saya bertanya - tanya ini kenapa kok saya sehat apa jangan - jangan perut saya menyimpan penyakit ? 

Singkat cerita saya di arahkan ke KIA untuk konsultasi nya dan saya ingat persis dengan bangunan baru nya di ujung dan harus effort ke dalam karena bangunan baru , saat pintu saya buka terlihat mainan dan banyak perawat serta pegawai Puskesmas yang sedang dalam kesibukan mereka masing - masing 

Akhirnya saya masuk ruangan dan diarahkan lah kepada pegawai yang sedang bertugas , saya dipersilakan duduk dan mulai lah saya di tanyai ada apa dan ada keluhan apa , jujur saat ini rasanya saya ingin mengulang kejadian dan mengurung kan niat di sepeda motor ala ala flashback. Namun karena sudah dihadapan perawat / dokter yang saya kurang pasti statusnya saya mulai menjawab pertanyaan. Begini bu saya mau tanya kenapa saya tidak hamil padahal saya sudah 12 tahun anak saya pertama lahir saya mulai membuka percakapan , saat itu beliau tidak langsung menjawab namun kembali dengan pertanyaan 

Ibu Punya BPJS tidak ? saya jawab punya saat itu , kemudian beliau bertanya lagi lahir anak pertama bagaimana kemudian saya jawab Caesar / SC , beliau bertanya kembali kenapa SC saya jawab lah karena anak yang saya kandung belum turun , pertanyaan itu beliau lontarkan kepada saya tanpa tahu apa maksud dari pertanyaan tersebut , kemudian beliau bertanya kembali apakah setelah melahirkan saya ber KB dan saya jawab tidak , dan lagi - lagi saya tidak paham apa arti dari pertanyaan tersebut apakah memang begitu sistem dari cara mereka memilah sebuah informasi dari pasien ,, kemudian pertanyaan dilontarkan kembali setelah menikah jarak saya mendapatkan anak berapa tahun , saya jawab 3 tahun saat itu dan ya memang karena itu adalah jawaban jujur nya 

Saat itu beliau bertanya kembali apakah saya pernah konsultasi dengan orang kesehatan dan saya jawab tidak pernah , bahkan setelah melahirkan tidak sama sekali konsultasi dengan petugas kesehatan saya kembali jawab tidak pernah , itu lama sekali bu 12 tahun itu lama sekali sesuatu yang sangat luar biasa tidak memiliki anak setelah anak pertama lahir tanpa KB dan juga bisa dikategorikan tidak baik karena pasti ada yang bermasalah dengan reproduksi ibu kata beliau kepada saya saat itu , beliau bertanya kembali usia saya saat ini dan saya jawab 37 tahun saat ini 

Saat itu pertanyaan kembali dilontarkan , "Bagaimana tanggapan suami ibu apakah menginginkan anak lagi kah selama pernikahan ini?" , kemudian saya jawab iya dan kembali saya berujar " ulun kada handak bu ae bisi anak " artinya "saya tidak mau bu memiliki anak " ,  dan apakah suami ibu memaksa ingin punya anak , saya jawab saat itu iya namun saya jawab dengan santai " siapa yang urus kalau punya anak" 

Sebuah pernyataan mulai muncul di percakapan ini yang membuka tabir dari pertanyaan saya bertahun - tahun , beliau berkata dari semua pertanyaan yang banyak beliau lontar kan kepada saya beliau berkata " jadi segala sesuatu itu banyak hal yang mempengaruhi , didalam tubuh kita ini ada pengaruh dari dalam tubuh dan dari luar tubuh , di dalam tubuh itu ada pengaruh secara hormonal dan pengaruh secara psikologi, jadi kalau dari luar itu dipengaruhi dari obat - obatan , makanan , kemudian dari dalam yang artinya memang niat ibu untuk tidak memiliki anak dan tidak suka dengan anak adalah salah satu penyebab dalam bentuk Afirmasi jiwa kita dan menjadi salah satu faktor yang besar bahkan persentase nya sangat besar kepada kemungkinan kita memiliki anak karena bentuk Afirmasi kita yang tidak menginginkan  anak dan alam seperti mengabulkan dan secara ilmiah memang pikiran ( stres / trauma ) secara ilmiah memang memengaruhi hormon reproduksi, dalam dunia medis dikenal dengan aspek Psikosomatik 

Dan jleb , rasanya saya saat itu hanya bisa termenung apa yang sudah saya katakan dulu sampai alam seperti menganugerahi perkataan saya sampai tidak memiliki anak di usia anak saya 12 tahun sekarang , satu kata yaitu AFIRMASI 

Satu hal yang terbesit saat saya melahirkan anak saya adalah dulu saya pernah berkata "saya tidak ingin punya anak lagi kalau tau sakitnya seperti ini" dan ya mungkin inilah kalimat yang alam dengar dari batin saya yang meronta - ronta kesakitan , jadi dulu saya masih ingat dimana hari saya 1 minggu menunggu anak saya untuk bisa dilahirkan akibat sungsang , saya di induksi , ketuban pecah , operasi dan harus pemulihan satu bulan lamanya yang saya tidak bisa begitu banyak bergerak dalam hal itu saya juga harus mengurus bayi yang saya lahirkan yang mana masih kecil saat itu dan andai saya melihat diri saya kemarin hari itu juga saya akan merasa ini bukan sebuah hal yang salah , saya sadari bahwa bentuk rasa sayang Tuhan kepada saya adalah dengan tidak memberikan anugerah anak kembali agar luka saya yang tak pernah sembuh agar tidak terkoyak lagi 

12 tahun berlalu saya akhirnya berdiri di depan Puskesmas dengan perasaan lega dengan satu jawaban yaitu AFIRMASI , jadi pertanyaan yang telah berlalu selama bertahun - tahun terjawab bahwa petugas kesehatan menjawab bahwa , Afirmasi yang kita keluarkan untuk tidak memiliki anak adalah hal sangat luar biasa besarnya untuk kemungkinan kita memiliki anak , dan saat itu tak terasa saya meneteskan air mata entah karena terluka oleh pilihan diri sendiri atau saya sedih dan menyesal , saya benar - benar tidak tahu kenapa saya meneteskan air mata saat itu 

Saat itu sesi saya selesai dan saya mendapatkan apa yang jadi pertanyaan saya selama ini , yaitu terkadang ketika kita begitu menginginkan atau tidak menginginkan sebuah hal dalam bentuk afirmasi diri maka alam akan memberikan nya entah kita sadar atau tidak dalam hal itu 

Jadi ini adalah sedikit kisah yang bisa saya berikan , kalian tahu saat itu saya menangis di perjalanan saat pulang bukan karena menyesal , atau sedih tapi lebih kepada mungkin saja saat ini Tuhan ingin menganugerahi lagi saya seorang anak namun karena bentuk penolakan saya lebih besar dari saya inginkan maka alam seperti menggunakan caranya untuk mewujudkan apa yang jadi keinginan saya

Puskesmas hari itu tidak hanya memberikan saya jawaban medis yang selama 12 tahun ini terpendam , tetapi juga membuka mata saya tentang esensi kesehatan yang sesungguhnya. Sehat itu holistik; ia tidak melulu soal fisik yang bebas dari penyakit , melainkan tentang batin yang damai dan pikiran yang selaras dengan tubuh. Trauma masa lalu saat melahirkan putra pertama tanpa sadar telah membentuk blokade psikologis pada sistem reproduksi saya. Dari sinilah saya belajar untuk membangun keluarga yang kuat dan mendukung generasi Indonesia yang tangguh , pemulihan luka batin dan kesehatan mental seorang ibu harus menjadi pondasi utama yang tidak boleh di abaikan  

Jadi teman - teman terkadang kita memang harus tau apa yang terjadi dengan tubuh kita , terkadang kita harus tau jawaban dari sebuah hal yang tak wajar yang terjadi di tubuh kita , meski kita terlihat sehat , terlihat biasa - biasa saja namun tidak ada salahnya untuk kita melangkah kan kaki ke tempat sesederhana ke Puskesmas , membawa KTP dan BPJS yang kita miliki untuk bisa konsultasi , dan mengetahui kesehatan diri kita karena diri kita adalah kita yang lebih mengetahuinya bukan orang lain 

Jadi manfaatkan lah pengobatan gratis sesederhana konsultasi dan mendapatkan pengobatan atau mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang sejak tadi saya ceritakan 

Hari ini dengan pertanyaan 12 tahun yang terpendam bisa saya simpulkan pada satu kata yaitu AFIRMASI dan satu alat tempur yang saya punyai adalah BPJS , saya memiliki keluhan dan saya punya BPJS gratis untuk menjawab nya meski pulang tanpa obat saya pulang membawa jawaban dari semua pertanyaan 

Terima kasih teman - teman , jadi kalau kita mempunyai keluhan dengan diri kita jangan ragu - ragu untuk melangkah kan kaki sesederhana ke Puskesmas terdekat dan bawa KTP udah gratis kok dan terima kasih kembali semoga kita sehat semua , Aamiin 

#MasyarakatSehatIndonesiaKuat

#LombaKesehatanKomdigi2026

#HUT81RI