Pemandangan dari atas jembatan Pulau Sugara , kapal Tongkang melintas menuju sungai Alalak 

JELAJAH KALIMANTAN , Barito Kuala - Selamat datang di perjalanan panjang menyusuri kawasan bantara sungai Barito dan Sungai Alalak di Barito Kuala yakni Pulau Sewangi , Pulau Alalak dan Pulau Sugara 

Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat seru karena kita akan melintasi desa tua yang sudah ada sejak jaman dahulu , jadi ketiga pulau ini memiliki sejarah , kearifan lokal dan identitas nya masing masing. Namun sebenarnya ada yang perlu diluruskan dari penamaan Pulau nya ini , karena mungkin dibayangan adalah sebuah pulau yang tak berpenghuni jauh dari keramaian kota dan lain - lain namun sebenarnya bukan , entah kapan penamaan ini dmulai , tapi ini bukan pulau yang sering kita lihat di tv tv atau video youtube melainkan hanya sebuah kawasan pemukilman di atas sedementasi air sungai Barito yang sebenarnya tetap bisa di akses dengan kendaraan 

Pulau Sewangi 

Pulau sewangi sebuah sentra pembuatan jukung tradisional banjar sekaligus menjadi saksi perjalanan budaya sungai di kalimantan selatan 

pulau sewangi ini dikenal sebagai sentra pembuatan jukung tradisional Banjar. Keahlian membuat jukung yang diwariskan dari generasi ke generasi hingga menjadi identitas masyarakat Pulau Sewangi. 

Menurut beberapa penelitian dari  berbagai  Universitas  menyebut bahwa sebagian besar penduduk desa ini bekerja sebagai pengrajin jukung, menjadikan kerajinan tersebut sebagai penopang utama kehidupan masyarakat. 

Pulau Alalak 

Pulau Alalak adalah satu arah jalan dengan pulau Sewangi yakni setelah nya , kalau Pulau Alalak sendiri memiliki identitas yang mirip dengan Pulau Sewangi sebagai penopang budaya kerajinan pembuatan jukung namun Pulau Alalak sebagai penopang bahan kayu pembuatan jukung khas di Pulau Sewangi 

Jadi dahulu pulau Alalak ini adalah pemasok kayu sekaligus tempat pengolahan kayu , penggergajian kayu terbesar yang ada di Kalimantan Selatan dan Pasokan kayu nya datang  dari Hulu Barito , dan Kayu-kayu log berukuran raksasa ditebang dari kawasan hutan pedalaman Dayak di hulu Sungai Barito 
kemudian Kayu-kayu raksasa tersebut  diikat menjadi rakit dan dihanyutkan mengikuti arus sungai (log driving). Dan Pulau Alalak sendiri menjadi Pusat Pengolahan & Ekspor kayu dengan kualitas tinggi 

Pulau Sugara 

Pulau Sugara ada sebuah kawasan yang tidak jauh dari pulau Sewangi , yang mana di kawasan ini sangat dekat dengan muara Sungai Barito dan juga terdapat industri pembuatan Kapur Sirih yang sudah ada sejak dahulu , yang mana banyak pembuat nya adalah wanita paruh baya yang sudah sejak lama bertahan dalam usaha pembuatan kapur sirih tersebut