JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Kita semua tahu Indonesia adalah negara jajahan Belanda dan Banjarmasin adalah salah satu kota yang menjadi wadah jajahan nya , namun sedikit yang tau sejarah masuknya Belanda di Banjarmasin seperti apa.
Sebelum kedatangan Belanda ke wilayah Banjarmasin , Banjarmasin sudah dikenal sejak dahulu sebagai pusat perdagangan penting di Kalimantan , lokasi nya yang strategis di tepi sungai Barito menjadikan Banjarmasin ramai dikunjungo oleh pedagang dari Arab , India , China hingga Eropa seperti Portugis dan Inggris.
Awalnya Belanda ke Banjarmasin tujuan nya memang untuk kongsi dagang , namun karena tergiur oleh potensi besar kota ini , niat Belanda mulau berubah arah menjadikan mereka rakus tamak hingga menjadikan kota ini menjadi milik mereka , dan kita uas sedikit sejarah nya dibawah ini :
SEJARAH LENGKAP AWAL MASUKNYA BELANDA DI BANJARMASIN
1. Kedatangan Awal Belanda di Kalimantan Selatan (1606–1630-an)
Pada awal abad ke-17, tepatnya sekitar tahun 1606, Belanda melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mulai datang ke wilayah Kalimantan Selatan.
Tujuan utama mereka adalah untuk menguasai perdagangan lada, komoditas berharga tinggi di pasar Eropa saat itu.
Mereka melakukan pendekatan dengan Kesultanan Banjar, yang saat itu merupakan kekuatan politik utama di wilayah tersebut.
Pada masa pemerintahan Sultan Mustain Billah (1595–1642), VOC mendapatkan izin untuk berdagang di wilayah Banjarmasin.
2. Persaingan dengan Inggris dan Spanyol
Selain Belanda, bangsa Inggris dan Spanyol juga aktif berdagang di Kalimantan Selatan. Terjadi persaingan dagang antara ketiga negara tersebut.
VOC terus berupaya memperkuat pengaruhnya melalui perjanjian politik dan ekonomi dengan Kesultanan Banjar.
Namun, hubungan ini kadang memburuk karena Belanda sering menekan pihak kesultanan dan memaksakan monopoli dagang.
3. Konflik dan Terputusnya Hubungan (1630–1800)
Pada pertengahan abad ke-17, hubungan antara VOC dan Kesultanan Banjar memburuk.
Kesultanan mulai menolak monopoli dan tekanan Belanda, yang berujung pada konflik terbuka.
VOC akhirnya meninggalkan wilayah Banjarmasin, dan pengaruhnya meredup hampir dua abad.
Selama masa ini, Kesultanan Banjar menjalin hubungan dagang dengan bangsa lain termasuk Inggris, Arab, dan Cina.
Pada abad ke 18 Belanda kembali datang ke Banjarmasin dan mulai mengitervensi politik Kesultanan di Banjarmasin dan menggunakan politik adu domba untuk meruntuhkan kekuasaan Kesultanan di Banjarmasin dan mengakibatkan terjadinya Perang Banjar dan berakhir menjadi kota jajahan Kolonial

0 Komentar