JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Sejak jaman sekolah kita selalu di ajarkan bahwa Belanda adalah penjajah , dan Belanda adalah tokoh jahat di buku sejarah yang kita baca , namun meski begitu ada sisi dimana kita bisa melihat atau sedikit membuka mata bahwa mungkin mereka jahat namun warisan baiknya masih kita nikmati hingga dengan sekarang, salah satunya adalah pembangunan di kota Banjarmasin ini , karena kalau bukan karena masuknya Belanda mungkin Banjarmasin akan tertinggal peran nya sebagai ibu Kota dan tak pernah merasakan perubahan jaman dan mengenal pembangunan 

Dan disini kita akan sedikit mengulas perubahan serta pembanguna yang dilakukan Belanda saat menghapuskan sistem Kesultanan di kota ini : 

Setelah Kesultanan dihapus, Belanda membentuk struktur pemerintahan kolonial yang dikenal sebagai "Karesidenan Selatan dan Timur Borneo" dengan ibu kota di Banjarmasin. Kota ini menjadi pusat kendali militer, ekonomi, dan administrasi di Kalimantan bagian selatan dan timur.

Belanda mulai membangun jalan darat pertama, dikenal sebagai Jalan Pos Weg, yang menghubungkan Banjarmasin dengan Martapura dan pedalaman. Selain itu, BELANDA JUGA MULAI MEMBANGUN PELABUHAN , JEMBATAN , DAN PEMUKIMAN ELIT DI BANJARMASIN ,

  • Modernisasi juga terlihat dari berkembangnya sistem transportasi dan komunikasi:

    • Transportasi sungai diatur secara lebih efisien.

    • Jalur pos dan telegraf dibangun untuk mendukung komunikasi dengan Batavia dan daerah lainnya.

    • Dermaga dan gudang modern MULAI dibangun di pinggiran Sungai Martapura.

    Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk anak-anak pribumi dan Eropa:

    • Sekolah Rakyat (Sekolah Ongko) untuk pribumi.

    • Sekolah Belanda seperti Europeesche Lagere School (ELS).

    • Lahirnya kalangan intelektual lokal dan munculnya elite terdidik Banjar

      • DAN BELANDA MULAI MEMBANGUN PUSAT EKONOMI DI BANJARMASIN DENGAN MEMBANGUN DAN MENATA ULANG PASAR SEPERTI Pasar Lama dan Pasar Antasari AGAR tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi DI KOTA BANJARMASIN

    Jadi kesimpulan nya adalah , Belanda memang jahat, penjajah , rakus dan mengambil hak bernegara Indonesia tapi warisan setelah kemerdekaan nya cukup banyak kita nikmati dan sayang nya tidak mampu di kelola dengan baik. dan kalau saja di tata berdasarkan sistem kerja mereka mungkin kota ini akan rapi , tertata dan jauh lebih baik