JELAJAH KALIMANTAN ,Banjarmasin - Selamat datang di Pasar Lama Banjarmasin , sebuah kawasan pasar yang sudah ada dari Masa Kesultanan Banjar di Banjarmasin , sebuah pasar yang sudah ada dari dahulu sampai dengan sekarang. Dan dengan tulisan ini kita akan ulas sedikit sejarah singkat Pasar Lama ini dari masa Kesultanan , masa Kolonial hingga di jaman sekarang .

Pasar Lama Banjarmasin sudah dikenal sejak zaman Kesultanan Banjar, terutama pada masa Sultan Suriansyah (abad ke-16), sultan pertama yang memindahkan pusat kekuasaan ke wilayah tepian sungai Martapura—yang sekarang menjadi jantung Kota Banjarmasin.

  • Fungsi awal: Pasar Lama merupakan lokasi aktivitas perdagangan sungai antara penduduk lokal dan pedagang dari berbagai daerah, termasuk pedagang Tionghoa, Bugis, Jawa, dan bahkan pedagang Arab dan India.

  •  Karena Banjarmasin dikelilingi sungai, pasar tradisional berkembang di tepian sungai. Transaksi dilakukan dari perahu ke perahu, dan dari perahu ke darat. Inilah cikal bakal Pasar Terapung dan Pasar Lama.

                Pasar Lama di Era Kolonial Belanda 
  • Setelah Belanda menaklukkan Kesultanan Banjar dan menghapuskan kekuasaan sultan tahun 1860, wilayah Banjarmasin menjadi bagian penting dari Hindia Belanda.

    • Belanda mulai membangun struktur pasar yang lebih tetap dan sistematis, termasuk bangunan semi permanen.

    • Infrastruktur pelabuhan dan jembatan mulai dibangun di kawasan Pasar Lama untuk memudahkan bongkar muat hasil perdagangan.

    • Banyak pedagang Tionghoa menetap di sekitar Pasar Lama dan membuka toko-toko, menjadikan daerah ini pusat perdagangan dan hunian komunitas Tionghoa yang aktif hingga kini.

    • Pasar Lama di Era kependudukan jepang

  • Aktivitas perdagangan menurun drastis karena adanya penjarahan, krisis pangan, dan pengendalian ketat ekonomi oleh militer Jepang.

  • Banyak pedagang dipaksa ikut serta dalam kerja paksa atau keperluan perang.


    • Pasar Lama Di era kemerdekaan

  • Pasar Lama kembali bergeliat setelah kemerdekaan. Pedagang-pedagang lokal dan komunitas Tionghoa kembali aktif.

  • Sistem barter masih banyak terjadi di awal kemerdekaan karena keterbatasan uang dan sistem perbankan yang belum stabil.


    • Pasar Lama Di Era kini / sekarang 

  • Pasar Lama kini tak hanya bermakna sebagai "pasar tua", tapi sebagai ruang hidup ekonomi masyarakat akar rumput yang terus beradaptasi sejak zaman kerajaan hingga digital.

  • Banyak toko yang diwariskan turun-temurun, memperkuat identitas kawasan sebagai bagian dari sejarah urban Banjar.
Selain Sejarah penting dan panjang , di jaman sekarang Pasar Lama juga mengalami problematiknya  selain struktur bangunan yang semakin tua , Pertokoan Pasar Lama juga mengalami kemerosotan yang tajam , semenjak era digital sekarang yang semakin maju persaingan bisnis yang semakin berkembang dan pesat menjadikan Pasar Lama ini seperti tertunduk lesu. Banyak pertokoan di dalam pasar ini tutup permanent , karena banyak sebagian masyarakat yang sudah enggan untuk kepasar untuk membeli kebutuhan disebabkan mudahnya meng akses barang dengan Handphone atau sistem beli online. Tidak hanya itu ditambah bangunan pasar yang tidak nyaman untuk di kunjungi menjadi salah satu penyebab semakin sepinya pasar ini bagian pertokoan baju dan lain - lain , walau bagian pasar kebutuhan sembako/kebutuhan sehari - hari  masih ramai dikunjungi setiap harinya.