
JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Siapa yang tak kenal dengan Jembatan Alalak 1 yang sekarang lebih pamor dengan nama Jembatan Basit , sebuah jembatan di Banjarmasin yang menjadi penghubung antara Banjarmasin dan Kab Batola. Jembatan ini saat peresmian nya menjadi magnet bagi masyarakat yang penasaran melihat bangunan nya banyak sekali masyarakat berbondong - bondong melihat setelah jembatan ini selesai diresmikan. Namun dibalik ikon jembatan melengkung nya ini tersimpan kisah sejarah kenapa jembatan Alalak 1 ini dibangun kembali
Namun dibalik pembangunan nya yang memakan waktu lebih dari 2 tahun ini , ada sebuah jembatan yang menjadi akses penting penghubung sementara pembangunan jembatan Alalak 1 yakni jembatan Alalak 2 , jembatan yang menjadi pilihan satu - satunya masyarakat yang mau ke Batola maupun sebaliknya saat jembatan Alalak 1 belum rampung pembangunan nya
Jadi Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Jembatan kayu tangi ( yang sekarang disebut jembatan alalak 1 / jembatan basit) menjadi satu-satunya jalur utama yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala dan menjadi bagian penting dari Jalur Trans-Kalimantan.Lonjakan arus kendaraan, terutama truk pengangkut hasil perkebunan, tambang, dan logistik, membuat jembatan tersebut sering padat bahkan rawan kemacetan.
Kemudian pemerintah mulai merencanakan pembangunan jembatan yang menjadi alternatif untuk mengurai kemacetan tersebut , awalnya jembatan ini memang sudah ada sejak tahun 90 warga sekitar menyebutnya sebagai jembatan buruk yang mana bangunan jembatan ini memang sudah lapuk dan masih menggunakan bahan kayu , dan awal tahun 2000 an jembatan buruk ini mulai dibangun dan diresmikan sebagai jembatan alalak 2
jembatan Alalak 2 dibangun bertujuan sebagai pelengkap dan pendukung Jembatan Alalak 1 / jembatan kayu tangi . agar bisa menghubungkan Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dengan wilayah Barito Kuala, terutama Desa Alalak di sisi barat sungai.
Sejak beroperasi, Jembatan Alalak 2 membantu:
- Mengurai kemacetan di jalur utama
- Mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan dari Barito Kuala.
- Memudahkan akses warga menuju pusat kota Banjarmasin.
Seiring waktu jembatan kayu tangi mengalami kerusakan struktur akibat usia dan beban berlebih. jadi Pada 2018–2021, pemerintah membangun Jembatan yang Baru Selama masa pembangunan tersebut, Jembatan Alalak 2 menjadi jalur utama yang menanggung sebagian besar arus kendaraan.
selama pembangunan yang hampir 3 tahun , sering terjadi kemacetan parah di sekitar areal jembatan meski sudah ada pengalihan arus namun saat dijam sibuk kemcetan di sekitar jembatan alalak 2 ini tak bisa dihindarkan
Setelah Jembatan alalak 1 rampung dan diresmikan pada 2021, Jembatan Alalak 2 tetap difungsikan sebagai jalur alternatif, , meski intensitas kendaraan tidak sepadat masa pembangunan jembatan baru.
dan jembatan ini sekaligus Menjadi salah satu ikon penghubung yang memiliki nilai historis bagi warga Banjarmasin & Barito Kuala.
0 Komentar