JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Jembatan Alalak 1 atau yang lebih dikenal sekarang sebagai jembatan Basit adalah sebuah jemmbatan yang dibangun pertama kali pada tahun 80 - 90'an an dan bernama Jembatan Kayu Tangi 

Jembatan Alalak 1 adalah salah satu jembatan lama yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan wilayah Marabahan (Kabupaten Barito Kuala). Jembatan ini melintasi Sungai Alalak dan menjadi akses penting menuju jalur Trans Kalimantan.

Sebelum adanya jembatan permanen, masyarakat yang ingin menyeberang Sungai Alalak masih mengandalkan transportasi air seperti perahu dan feri. Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk, aktivitas perdagangan, dan mobilitas kendaraan, pemerintah memandang perlu membangun jembatan darat yang lebih permanen.

Adapun tujuan dari pembangunan jembatan ini adalah untuk memperlancar arus barang dan jasa dari Banjarmasin menuju Barito Kuala , memperlancar distribusi hasil pertanian , perikanan dan lain sebagainya ke Barito Kuala dan Banjarmasin serta memperkuat konektivitas menuju Kalimantan Tengah 

Adapun Jembatan ini dibangun pada era Orde Baru (sekitar akhir 1980-an hingga awal 1990-an) sebagai jembatan rangka baja dengan konstruksi yang saat itu sudah cukup representatif. Desainnya menggunakan struktur baja dengan bentang utama di atas alur sungai. Dan menjadi jalur vital sekaligus pintu keluar masuknya barang dari kota Banjarmasin menuju Kab Barito Kuala maupun Ke Kalimantan Tengah 

Seiring waktu, pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat membuat kapasitas Jembatan Alalak 1 tidak lagi memadai. Sering terjadi kemacetan, terutama pada jam sibuk dan musim mudik.

Karena itulah, pemerintah kemudian membangun jembatan baru di sebelahnya, yaitu Jembatan Alalak 2 yang diresmikan pada tahun 2021 untuk menggantikan fungsi utama jembatan lama.

Setelah Jembatan Alalak 2 beroperasi:

  • Jembatan Alalak 1 sempat dibatasi penggunaannya

  • Dilakukan evaluasi struktur demi keselamatan