JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Kalau kalian ada yang berfikir kenapa ketiadaan bangunan peninggalan sejarah Kerajaan Banjar di Banajrmasin yang padahal selama ber abad - abad lamanya mereka berjaya dan menjadi pusat pemerintahan kala itu maka kita bisa uraikan dibawah ini kenapa sejarahnya hilang dan terhapus dari sistem pemerintahan di Banjarmasin 

Berikut adalah sejarah lengkap dihapuskan-nya Kesultanan Banjar oleh pemerintah kolonial Belanda:

Kesultanan Banjar berdiri secara resmi sejak tahun 1526 oleh Sultan Suriansyah, raja pertama Banjar yang memeluk Islam. Selama lebih dari 300 tahun, kesultanan ini menguasai wilayah luas di Kalimantan dan menjadi pusat perdagangan, politik, dan penyebaran agama Islam.

Namun, pada pertengahan abad ke-19, Kesultanan Banjar mulai mengalami kemunduran akibat:

  • Konflik internal (perebutan takhta),
  • Ketergantungan terhadap Belanda,
  • Dan akhirnya intervensi langsung VOC yang berubah menjadi kekuasaan Hindia Belanda.
Peristiwa Penting Menjelang Penghapusan : 

1. Wafatnya Sultan Adam (1857)

Jadi Sebelum Di hapuskan nya Kesultanan dimulai dari  wafatnya Sultan Adam Al-Watsiq Billah pada tahun 1857 tanpa meninggalkan putra mahkota yang sah dan kuat.

Dua tokoh bersaing merebut tahta:
  • Pangeran Tamjidillah (anak dari selir) — didukung Belanda
  • Pangeran Hidayatullah (anak dari permaisuri) — didukung rakyat dan bangsawan.

2. Intervensi Belanda


  • Belanda menunjuk Pangeran Tamjidillah sebagai Sultan Banjar yang baru karena lebih mudah dikendalikan.
  • Hal ini memicu perlawanan rakyat, terutama dari pendukung Pangeran Hidayatullah.
3. Perang Banjar Meletus (1859)

Pada 1859 pecahlah Perang Banjar, dipimpin oleh Pangeran Antasari dan para bangsawan lokal seperti Demang Lehman, Kiai Langlang, dan lain-lain.

Perang berlangsung lama, hingga sekitar tahun 1905 di berbagai wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah. Dan Rakyat Banjar menerima kekalahan atas peperangan ini 

Penghapusan Resmi Kesultanan Banjar  (Tanggal Penting: 11 Juni 1860 )

Dan Belanda mulai menghapus Kesultanan Banjar dan mengeluarkan proklamasi resmi:

“Kesultanan Banjar secara hukum dihapuskan dan seluruh wilayahnya menjadi bagian dari Hindia Belanda.”

Keputusan ini:

  • Mengakhiri sistem monarki lokal,
  • Menyingkirkan semua gelar kesultanan,
  • Menghapus hak-hak istimewa bangsawan Banjar.
NASIB PARA TOKOH

  • Pangeran Hidayatullah: Ditangkap dan diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat.
  • Pangeran Antasari: Terus memimpin perang gerilya hingga wafat pada 1862 karena sakit.
  • Tamjidillah: Dicopot oleh Belanda pada 1859 karena dianggap gagal mengendalikan situasi.
Lantas Kekuasaan sepenuhnya milik Belanda semenjak Proklamir nya Kesultanan runtuh , yang artinya Belanda Menguasai langsung jalur perdagangan intan, emas, dan hasil hutan

Belanda mulai Menghapus sistem pemerintahan adat dan menggantinya dengan sistem kolonial dan Membentuk pemerintahan Hindia Belanda di Kalimantan Selatan tanpa perantara kerajaan

Keraton dihancurkan atau diabaikan Dan disinilah alasan mengapa kita tak pernah menemukan jejak sejarah kesultanan Banjar di Banjarmasin

Sistem pemerintahan tradisional digantikan oleh birokrasi kolonial: residen, asisten residen, dan kontrolir.

Budaya dan adat istiadat tetap bertahan dalam bentuk masyarakat lokal, tetapi tidak lagi memiliki kekuasaan politik.