JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Sebagai “Kota Seribu Sungai”, perkembangan Banjarmasin tidak bisa dipisahkan dari Sungai Martapura. Kawasan sekitar Titik 0 Km juga dekat dengan pusat aktivitas lama seperti pelabuhan rakyat dan pasar tradisional. Kawasan siring 0 KM Banjarmasin yang sekarang menjadi kawsan integrasi 0 KM ternyata memiliki sejarah pembangunan nya , dan pembangunan atau penentuan nya sudah dimulai sejak masa kolonialme 

Titik 0 Km Banjarmasin adalah penanda pusat kota yang berada di kawasan jantung pemerintahan dan perdagangan lama di Banjarmasin. Lokasinya berada di sekitar kawasan strategis yang sejak dulu menjadi pusat aktivitas masyarakat Banjar.

Jadi Sejak masa Kesultanan Banjar, wilayah sekitar Sungai Martapura menjadi pusat kekuasaan dan perdagangan. Sungai menjadi jalur utama transportasi, sehingga kawasan inilah yang berkembang lebih dulu dibanding daratan lainnya.

Pada masa kolonial Belanda, kawasan pusat kota semakin tertata. Pemerintah Hindia Belanda membangun kantor pemerintahan, gudang dagang, hingga infrastruktur jalan di sekitar pusat kota. Dari sinilah kemudian muncul konsep penanda jarak (kilometer) yang mengacu pada satu titik pusat.

Titik 0 Km juga berfungsi sebagai:

  • Patokan pengukuran jarak antar kota

  • Penanda simbolis pusat pemerintahan

  • Identitas historis kota

Biasanya titik ini berada dekat kantor pemerintahan atau alun-alun kota.

Jadi titik 0 km bukan hanya sekedar penanda jarak namun juga menjadi simbol sejarah kota Banjarmasin , dari pusat Kesultan Banjar , masa Kolonial , hingga menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Selatan