JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Di Banjarmasin ada sebuah jalan yang bernama Jalan Pos yang dulunya dikenal sebagai kawasan Pasar Kupu - Kupu Banjarmasin , sebuah kawasan pasar yang legendaris menjual besi bekas dan spare part kapal. Namun seiring waktu dan perkembangan jaman , kawasan ini memiliki perubahan demi perubahan , dari masa kolonialisme yang maju dan menjadi pusat peradaban Kolonial , berubah menjadi  kawasan penjualan besi dan berakhir menjadi kawasan pinggiran kota 

Namun dibalik sejarahnya kawasan pasar kupu - kupu ini juga memiliki kisah kelamnya sebagai kawasan lokalisasi pertama yang ada di Banjarmasin , dan mari kita ulas bersama :

Setelah menginvasi kota Banjarmasin menjadi kota jajahan nya Belanda mulai mengenalkan budaya eropa di kota Banjarmasin termasuk budaya hiburan malam nya bangsa eropa dan bangunan lama peninggalan Belanda yang ada di Jalan Pos ini adalah  sebuah tempat lokalisasi yang ada di jaman Hindia Belanda 

Pasar Kupu - Kupu mungkin kita lebih mengenalnya sebagai kawasan sentra penjualan besi bekas namun siapa sangka tempat ini dulunya merupakan kawasan hiburan miliknya Hindia Belanda. Sebagai ibu kota, sejak dahulu Banjarmasin selalu menjadi tujuan untuk mengadu nasib. Dari usaha halal hingga yang haram pun ada di Kota Seribu Sungai ini. Inflasi membumbung tinggi, membuat masyarakat kesusahan, apalagi yang tinggal di desa desa. Mereka yang tak tahan kemudian mencoba merantau menuju kota-kota besar termasuk kota Banjarmasin.


Mirisnya, beberapa perantauan perempuan memilih jalan pintas—dengan menjadi wanita penghibur di masa lalu  , dan di rumah kupu - kupu inilah tempat mereka mengadu nasib nya , namun seiring perkembangan jaman jauh setelah kemerdekaan Indonesia di tahun  70'an kawasan ini berubah menjadi sentra penjualan besi bekas yang terkenal bernama Pasar Kupu - Kupu