JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Di Banjarmasin terdapat seorang ulama religius yang sangat terkenal dan dicintai jamaah nya , beliau bernama Guru Zuhdi atau biasa disebut Abah Haji seorang ulama yang sederhana dan rutin membawakan pengajian di berbagai mesjid besar di Banjarmasin , seorang sosok berwibawa yang mengajarkan kesederhanaan dalam hidup namun sosok nya sekarang sudah tiada

Dan sebenarnya bagaimana sosok beliau semasa hidup dan bagaimana kebaikan nya jadi panutan hingga sekarang , mari kita ulas sosok ulama Guru Zuhdi :

K.H. Ahmad Zuhdiannoor atau dikenal dengan nama Abah Haji atau Guru Zuhdi lahir pada 10 Februari 1972 dan wafat pada 02 Mei 2020 , beliau adalah pemuka agama sekaligus tokoh masyarakat yang dikenal sebagai ulama besar berpengaruh dan kharismatik di Kalimantan Selatan.

Beliau lahir dari pasangan K.H. Muhammad bin Haji Jafri Al-Banjari dan Hj. Zahidah binti Tuan Guru Asli Al Banjari. Ayahnya, K.H. Muhammad, adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru dan dikenal sebagai ulama yang cukup berpengaruh di Banjarmasin.

Pendidikan formal yang dijalaninya hanya sampai tingkat Sekolah Dasar. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Al-Falah. Pada awalnya beliau berguru kepada sang ayah dan juga sempat menimba ilmu sebentar di Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru. Karena sering sakit-sakitan, beliau berhenti dan melanjutkan pelajaran di kampung Alabio, Hulu Sungai Utara pada sang kakek, K.H. Asli Al-Banjari. Selama belajar dengan kakeknya, Guru Zuhdi mempelajari ilmu tajwid, fikih, , tauhid, dan tasawuf

Setelah kakeknya wafat, ALMARHUM belajar kepada K.H. Abdus Syukur bin Jamaluddin atau Muallim Syukur, seorang ulama di Teluk Tiram, Banjarmasin. Selama di sana, Alm Guru Zuhdi belajar tasawuf, fikih dll. Setelah Muallim wafat, dia meneruskan belajarnya kepada ulama Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang kebanyakan menyebut guru Ijai

ALMARHUM pernah mengajar di Pondok Pesantren Al-Falah selama sekitar dua tahun. dan juga banyak mengisi majelis taklim dan membuka pengajian di banyak mesjid besar yang ada di Banjarmasin dan membuka pengajian di rumahnya, Beliau meninggal dunia pada 02 Mei 2020 atau 9 Ramadan dalam usia 48 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Medistera , Jakarta  dan Almarhum didiagnosis mengalami kanker paru dengan diagnosis banding kanker kelenjar getah bening.

Jenazah almarhum diterbangkan dari Jakarta menuju Banjarmasin,  Anggota keluarga memutuskan almarhum dimakamkan di samping kediamannya di belakang Masjid Jami Banjarmasin.

Walau sudah tiada namun kenangan akan beliau masih erat diingatan , bagaimana status beliau sebagai ulama dan sangat dicintai jamaahnya namun beliau tetap rendah hati dan tidak sombong , tak jarang beliau terlihat di mesia sosial menjadi relawan pemadam kebakaran , menjadi juru parkir saat ada haul akbar di Kalimantan dan masih banyak lagi kesederhanaan yang patut di contoh dari sosok Guru zuhdi selama hidup 

Beliau bukan hanya mengajarkan ilmu secara materi dan lisan namun benar - benar mepraktekan nya di dunia nyata , ilmu yang beliau ajarkan , kesederhanaan yang beliau contohkan adalah hal baik yang selalu dikenang dan diingat meski sosok nya telah tiada , beliau adalah sosok sederhana , baik dan juga berkharisma 

Alfatihah untuk Guru Zuhdi , dan untuk dokumentasinya saya sertakan di video bawah ini dan jangan lupa follow , like dan comment 

Salam Penulis 
Khairunnisa