JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Mari kita lebih mengenal sejarah Pangeran Antasari , pahlawan nasional asal kalimantan Selatan yang memiliki semboyan hidup Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing 

Pangeran Antasari lahir sekitar tahun 1809 di Kayutangi,/ atau yang sekarang dikenal sebagai martapura  kab.banjar  (kini masuk wilayah Kalimantan Selatan). Ia berasal dari keluarga bangsawan keturunan Kesultanan Banjar. Ayahnya adalah Pangeran Mas’ud, seorang bangsawan Banjar yang masih memiliki hubungan darah dengan Sultan Banjar. Sejak kecil, pangeran Antasari tumbuh dengan nilai-nilai keislaman yang kuat dan dikenal berjiwa kepemimpinan.


Kondisi Banjarmasin

Pada masa itu, Kesultanan Banjar berada dalam tekanan Belanda. Sejak abad ke-18, Belanda berusaha menguasai wilayah Kalimantan karena kaya akan hasil bumi, terutama batubara, emas, dan hutan. Belanda turut campur dalam urusan politik istana dan berusaha melemahkan kekuasaan Sultan.

Hal inilah yang menimbulkan perlawanan rakyat Banjar, terutama setelah Belanda semakin kuat mencampuri suksesi kerajaan dan memaksa Sultan untuk tunduk pada kepentingan kolonial.

Perjuangan Pangeran Antasari

Pangeran Antasari tampil sebagai pemimpin perlawanan rakyat Banjar. Pada tahun 1859, ia memimpin Perang Banjar melawan Belanda. Dengan semboyan terkenal:

"Haram manyarah, waja sampai kaputing"
(artinya: Pantang menyerah, berjuang sampai akhir).

Meskipun perlawanan rakyat Banjar sangat gigih, Belanda memiliki persenjataan modern dan pasukan yang lebih banyak. Dalam perjuangannya, Pangeran Antasari menderita sakit cacar.dan wafat pada tanggal 11 Oktober 1862  dalam usia sekitar 53 tahun.

Atas jasa dan semangat perjuangannya melawan penjajahan, pemerintah Republik Indonesia menetapkan Pangeran Antasari sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 27 Maret 1968 melalui Keputusan Presiden RI.

Dokumentasi video makam dan Kawasan makam Pangeran Antasari bisa di tonton dibawah ini dan jangan lupa follow , like dan juga comment dan jangan lupa untuk ikuti medsos saya di Tiktok dan Instagram , terima kasih