![]() |
| Potret Mba'e di Museum Sultan Suriansyah |
1. Pangeran Antasari (1862)
Pemimpin utama Perang Banjar setelah 1859.
Cucu dari Sultan Banjar yang punya wibawa besar.
Gugur karena sakit cacar pada 11 Oktober 1862 di pedalaman Meratus, saat masih memimpin perlawanan.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 1968.
2. Gusti Muhammad Seman (1905)
Putra Pangeran Antasari, melanjutkan perjuangan ayahnya.
Memimpin perang rakyat di Barito, Muara Teweh, dan Puruk Cahu.
Gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Barito pada tahun 1905.
Kematian Gusti Muhammad Seman menandai berakhirnya Perang Banjar.
3. Tumenggung Surapati
Panglima rakyat di pedalaman Barito.
Memimpin perang gerilya melawan Belanda dengan taktik hit-and-run di hutan dan sungai.
Gugur saat memimpin pertempuran (sekitar akhir abad ke-19).
4. Tumenggung Dambung
Tokoh perlawanan di Barito Hulu.
Mengorganisir rakyat pedalaman untuk melawan pasukan Belanda.
Gugur dalam perlawanan di pedalaman Barito.
5. Para Pejuang Hulu Sungai dan Martapura
Banyak tokoh lokal gugur sejak awal perang, antara lain:
Kiai Demang Lehman → tokoh Hulu Sungai yang memimpin serangan awal, gugur setelah ditangkap dan dihukum gantung Belanda (1864).
Kiai Langlang → panglima perang di Martapura, gugur dalam pertempuran.
Kiai Jaya dan Kiai Miskin → pemimpin rakyat yang gugur di medan perang.

0 Komentar