Potret Mba'e di Museum Sultan Suriansyah 



JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Perang Banjar adalah perlawanan rakyat Pangeran Antasari terhadap penjajahan Belanda di Kesultanan Banjar yang berlangsung dari tahun 1859 hingga 1906. Perang ini menjadi perlawanan terlama di Nusantara, dipicu oleh campur tangan Belanda dalam suksesi takhta kerajaan, monopoli perdagangan, dan eksploitasi sumber daya alam seperti batu bara

Dalam perang tersebut banyak sekali pewaris kerajaan yang gugur di medan pertempuran , masyarakat lokal , pengikut kerajaan dan juga mereka yang telah diasingkan setelah direbut kekuasaan Banjar oleh Hindia Belanda 

Berikut adalah Daftar Pahlawan Gugur dalam Perang Banjar

1. Pangeran Antasari (1862)

  • Pemimpin utama Perang Banjar setelah 1859.

  • Cucu dari Sultan Banjar yang punya wibawa besar.

  • Gugur karena sakit cacar pada 11 Oktober 1862 di pedalaman Meratus, saat masih memimpin perlawanan.

  • Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 1968.

2. Gusti Muhammad Seman (1905)

  • Putra Pangeran Antasari, melanjutkan perjuangan ayahnya.

  • Memimpin perang rakyat di Barito, Muara Teweh, dan Puruk Cahu.

  • Gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Barito pada tahun 1905.

  • Kematian Gusti Muhammad Seman menandai berakhirnya Perang Banjar.

3. Tumenggung Surapati

  • Panglima rakyat di pedalaman Barito.

  • Memimpin perang gerilya melawan Belanda dengan taktik hit-and-run di hutan dan sungai.

  • Gugur saat memimpin pertempuran (sekitar akhir abad ke-19).

4. Tumenggung Dambung

  • Tokoh perlawanan di Barito Hulu.

  • Mengorganisir rakyat pedalaman untuk melawan pasukan Belanda.

  • Gugur dalam perlawanan di pedalaman Barito.

5. Para Pejuang Hulu Sungai dan Martapura

Banyak tokoh lokal gugur sejak awal perang, antara lain:

  • Kiai Demang Lehman → tokoh Hulu Sungai yang memimpin serangan awal, gugur setelah ditangkap dan dihukum gantung Belanda (1864).

  • Kiai Langlang → panglima perang di Martapura, gugur dalam pertempuran.

  • Kiai Jaya dan Kiai Miskin → pemimpin rakyat yang gugur di medan perang.

  • Selain itu, banyak panglima kecil, ulama, dan rakyat biasa yang tidak tercatat namanya juga gugur dalam pertempuran di hutan, sungai, maupun desa-desa yang dibakar Belanda.