JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Tahukah kamu di Banjarmasin , kampung Kuin dulunya adalah sebuah pusat keraton kerajaan yang bernama Kerajaaan Banjar. Kampung Kuin terletak di sebelah barat pusat kota Banjarmasin, di sepanjang tepi Sungai Kuin. Nama "Kuin" diyakini berasal dari kata “kawin”, yang mengalami pergeseran pelafalan
Kampung Kuin adalah kawasan yang sangat penting dalam sejarah karena merupakan lokasi Keraton Banjar pertama, yaitu Keraton Banjar Lama atau dikenal dengan Kraton Kuin. Keraton ini dibangun oleh Sultan Suriansyah, raja pertama dari Kesultanan Banjar yang memeluk Islam, pada awal abad ke-16.
Sultan Suriansyah naik takhta pada tahun 1526, dan pada masa pemerintahannya, ia memindahkan pusat kekuasaan dari pedalaman (Kerajaan Negara Dipa dan Daha) ke tepi sungai di Banjarmasin—lebih strategis untuk perdagangan dan pertahanan.
Di Kampung Kuin juga dibangun mesjid pertama yang duberi nama Masjid Sultan Suriansyah, dan masjid tertua di Kalimantan Selatan, yang dibangun pada masa pemerintahannya. Masjid ini menjadi simbol penting Islamisasi di Kalimantan.
Di kawasan ini juga terdapat kompleks makam raja-raja Banjar, termasuk makam Sultan Suriansyah. Karena itu, kawasan Kuin sering menjadi tujuan ziarah sejarah dan spiritual.
Pada masa kolonial Belanda, Kampung Kuin mulai kehilangan perannya sebagai pusat pemerintahan karena Belanda mulai memindahkan pusat administratif dan ekonomi ke kawasan tengah kota (Pasar Lama dan sekitarnya). Namun, nilai historis dan spiritual kampung Kuin tetap terjaga.
Kampung Kuin juga dikenal sebagai kampung dengan arsitektur rumah-rumah tradisional Banjar, seperti Rumah Bubungan Tinggi dan rumah panggung di tepian sungai. Sayangnya, sebagian besar rumah tua kini telah rusak atau diganti dengan bangunan modern.


0 Komentar